Segmentasi Pasar Global
Ezra
Roma
12215314
4EA26
4EA26
Genap
Segmentasi pasar adalah proses memilih suatu
pasar ke dalam berbagai kelompok pelanggan yang berperilaku sama atau memiliki
kebutuhan serupa. Pemasaran segmen, segmen pasar terdiri dari kelompok
pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama. Pemasar tidak menciptakan
segmen, tugas pemasar adalah mengidentifikasi segmen dan memutuskan yang mana
yang akan menjadi target. Beberapa periset berusaha untuk membentuk segmen
dengan mengamati ciri-ciri konsumen: secara geografis, demografis, psikologis,
perilaku, manfaat dan segmentasi vertikal versus horizontal
Segmentasi Pasar adalah membagi sebuah
pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yangg mungkin menghendaki
bauran produk atau pemasar yang terpisah. 1.Pemasaran Massal (Mass Marketing):
penjual memproduksi, mendistribusi- kan, dan mempromosikan secara massal sebuah
produk kepada seluruh pembeli.Pemasar tersebut menciptakan pasar potensial
terbesar, biaya paling rendah, harga lebih rendah atau marjin yang lebih
tinggi. 2. Pemasaran Segmen : Perusahaan menyadari bahwa pembeli berbeda
dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian. Perusahaan mengisolasi
segmen yang lebar yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi apa yang
ditawarkannya agar lebih mendekati kebutuhan satu atau beberapa segmen.
3.Pemasaran Ceruk Berfokus pada subgrup di dalam segmen-segmen diatas. Suatu
ceruk adalah suatu grup yang didefinisikan dengan lebih sempit, biasanya
diidentifikasi dengan memilah suatu segmen menjadi beberapa subsegmen
4.Pemasaran Mikro : Praktik penyesuaian produk dan program pemasar agak
cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu.
Menurut Kotler (2009)
mendefinisikan segementasi pasar, bahwa: "Market segmentation is the
process of breaking a heterogeneous group of potential buyer into smaller
homogeneous groups of buyer, that is with relatively similar buying characteristics
or needs."
Berdasarkan definisi diatas
bahwa segmentasi pasar merupakan suatu aktivitas membagi atau mengelompokkan
pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen atau memiliki kesamaan dalam
hal minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian maupun gaya
hidup. Kriteria Segmentasi pasar dunia, yaitu :
1. Segmentasi Gografis
Segmentasi geografis merupakan
suatu aktivitas pemasaran yang dilakukan dengan membagi-bagi pasar dalam
beberapa unit geografis yang berbeda-beda seperti daerah, populasi, kepadatan
dan iklim.
Segmentasi geografis membagi
menjadi kelompok-kelompok geografis, seperti Eropa Barat, Eropa Timur, Asia
Tenggara, Timur Tengah, Ameriak Latin, ustralia, dan lain sebagainya.
Keungguakn utama segmentasi geografis adalah kedekatanyya (proximity). Di mana
pasar pada segmen yang sama relative dekat satu sama lainnya dan mudah
didatangi pada kunjungan yana sama atau dihubungi dalam zone waktu yang sama.
Segmentasi geografi meminta pembagian pasar menjadi unit-unit geografi yang
berbeda, seperti Negara, Negara Bagian, Wilayah, Propinsi, Kota, atau RT.
Perusahaan memutuskan untuk beroperasi dalam satu atau beberapa wilayah
geografi atau beroperasi diseluruh wilayah tetapi memberikan perhatian pada
variasi lokal dalam kebutuhan preferensi geografi. Contohnya, kopi bubuk General’s
Food Maxwell House dijual secara nasioanal tapi diberi nama sesuai
daerahnya. Kopinya beraroma lebih kuat di Barat dan di Timur. Campbell
Soup Company akhir-akhir ini menunjuk manager wilayah pasar lokal dan
memberi mereka anggaran untuk mempelajari pasar lokal dan menyesuaikan produk
dan promosi.
2. Segmentasi demografis
Didasarkan pada karakteristik
populasi yang dapat diukur, seperti umur, jenis kelamin, pendapatan,
pendidikan, dan pekerjaan. Sejumlah kecenderungan demografi global, seperti
semakin sedikit pasangan yang menikah, semakin sedikit jumlah anak dalam
keluarga, perubahan peran wanita dan pendapatan serta pendapatan serta standar
hidup yang semakin tinggi, merupakan pendorong munculnya segmen global.
Segmentasi demografi terdiri
dari pembagian pasar menjadi kelompok-kelompok dengan dasar variabel-variabel
demografi seperti usia, jenis kelamin, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga,
penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, dan kewarganegaraan. Variabel
demografi merupakan dasar paling popular membedakan kelompok-kelompok
pelanggan. Satu alasan bahwa keinginan, preferensi, dan tingkat pemakaian
konsumen sering sangat berhubungan dengan variabel-variabel demografi.
3. Segmentasi Psikografis
Segmentasi Psikografis, adalah
proses pengelompokan orang dalam arti sikap, nilai-nilai yang dianut dan gaya
hidup. Psikografis: Suatu aktivitas pemasaran yang dilakukan dengan membagi
konsumen atas beberapa grup yang berbeda-beda dengan basis variabel gaya hidup
dan kepribadian.
Dalam segmentasi psikografi,
pembeli dibagi menjadi kelompok yang berbeda berdasarkan kelas social, gaya
hidup, dan/kepribadian. Orang-orang kelompok demografi yang sama dapat
menunjukkan bentuk psikografi yang sangat berbeda.
a.
Kelas sosial memiliki pengaruk kuat pada preferensi seseorang terhadap
suatu produk dan jasa, misalnya mobil, pakain rumah, kebiasaan membaca, dan
sebagainya. Banyak perusahaan merancang barang atau jasa badi kelas sosial
tertentu.
b.
Gaya Hidup. Minat produk orang-orang dipengaruhi pada gaya hidup mereka.
Sebenarnya, barang yang mereka konsumsi menunjukkan gaya hidup mereka.
c.
Kepribadian. Pemasar telah menggunakan variable kepribadian untuk
mensegmentasikan pasar. Mereka memberikan produk mereka kepribadian
merekyang berhubungan dengan kepribadian konsumen.
Macam-macam analisis tentang psikografi telah banyak dilakukan oleh
Periset-periset Internasional diantaranya :
a. Global Scan dari Baker
Spielvogel & Bates : yang membagi segmen psikografi kedalam ; striver
(pekerja keras), Achiever (orang yang mencapai prestasi), Pressured ( orang
yang didesak), Tradisional, dan Adapter ( penyesuai).
b. Studi Konsumen Eropa oleh D’arcy
Massius Benton & Bowles’ : Para peneliti mengidentifikasi 4 kelompok gaya
hidup : Successful Idealists (idealis yang sukses), Affluent Materialist (
materialis yang makmur), Comfortables Belongers (pemilik yang merasa nyaman)
dan Disaffected Survivors (kaum bertahan yang tidak terpengaruh).
c. Cross Cultural Consumer
Characterizations (4C) dari Y & R : Constrained (resigned poor dan
struggling poor, Middle Majority (mainstreamer, aspirer dan succeeder) dan
Inovator ( transitional dan reformer).
4. Segmentasi tingkah laku
Segmentasi tingkah laku
memfokuskan pada apakan orang akan membeli dan menggunakan sesuatu produk atau
tidak, disamping seberapa sering dan berapa banyak yang dipakainya. Suatu
aktivitas pemasaran yang dilakukan dengan membagi konsumen atas grup-grup yang berbeda
dengan ba-sis variabel seperti status pengguna, ke-setiaan merek, tingkat
penggunaan, man-faat yang dicari, kesempatan peng-gunaan, kesiapan membeli dan
sikap terhadap produk.
Segmentasi perilaku berfokus
pada apakah orang membeli dan mengguankan suatu produk atau tidak, di samping
seberapa sering dan seberapa bnayk yang dipakinya. Dengan demikian, konsumen
bisa dikelompokkan berdasarkan tingkat pemakaian menjadi: pemakai kelas berat,
pemakai sedang, pemakai ringan, dan bukan pemakai. Konsumen juga bisa
disegmentasikan berdasarkan status pemakai menjadi: pemakai potensial, bukan
pemakai, mantan pemakai, pemakai regulaer, pemakai pertama kali, dan pemakai
produk pesaing.
5. Segmentasi manfaat, memfokuskan pada
pembilang dari nilai persamaan.
Segmentasi manfaat global
berfokus pada pembilangan dari persamaan nilai (value equation): Value
= Benefit/Price. Pendektan ini dapatmemberikan hasil yang memuaskan melalui
pemahaman superior pemasar atas masalah yang dapat diselesaikan oleh suatu
produk atau manfaat yang ditawarkannya, terlepas dari wilayah geografisnya.
Dengan mengklasifikasikan segmenntasi yang kuat adalah dengan
mengklasifikasikan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari suatu
produk.
6. Segmentasi
Vertikal versus Horizontal
Segmentasi vertical didasarkan pada kategori produk atau modelitas dan titik
harga. Sebagi contohnya, dalam medical imaging terdapat X-Ray, Computed
Axial Tomography (CAT) scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan
lain-lain. Titik harga ini merupakan cara tradisioanl dalam mensegmentsaikan
pasar medical imaging. Oleh sebab itu, ada pula jasa kesehatan: national
research and technical hospital, rumah sakit pemerintah, dan seterusnya.
Kemudian dibuat kampanye pemasaran bersifat regional, nasianal maupun global,
yang disesuaikan dengan setiap tipe penyampaian jasa kesehatan.
Segmentasi bermanfaat untuk
meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih
baik kepada konsumen. Empat manfaat segmentasi, yaitu:
1. Designing responsive products to
meet the needs of the marketplace. Melalui penelitian preferensi
konsumen, perusahaan berjalan ke arah penyelesaian konsep marketing yaitu
kepuasan konsumen yang akan membawa keuntungan. Perusahaan menempatkan konsumen
sebagai yang utama, kemudian mendisain dan menyeleksi produk untuk kepuasan
konsumen.
2. Determining effective and cost
efficient promosional strategies. Segmentasi sebagai alat perencanaan
merupakan alat identifikasi dan analisa yang berharga untuk mengembangkan
communication mix, sehingga dapat dipilih alat promosi yang sesuai untuk
menargetkan pada media yang tepat.
3. Evaluating market competition in
partikular the companys market position. Riset segmentasi menyediakan a
competitive intelegence mechanism untuk mengakses dan membandingkan perusahaan
agar sesuai dengan standar.
4. Providing insight on present
marketing strategies. Segmentasi sangat penting untuk melakukan evaluasi
secara periodik terhadap marketing strategi perusahaan saat ini dengan cara
memanfaatkan peluang baru dan menghindarkan dari adanya potensi terhadap
ancaman.
Menurut Bradley yang dikutip
dari Setiadi (2003), dalam memilih pasar sasaran mana yang akan diambil ada
faktor-faktor yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Sumber daya organisasi
Dalam memilih segmen maka
perlu diperhatikan sumber daya yang ada karena semakin banyak segmen yang
dipilih maka biaya yang dibutuhkan akan semakin banyak. Pemasaran terpusat akan
menjadi pilihan organisasi kecil yaitu dengan cara mengarahkan pema-saran pada
segmen-segmen yang kecil, unik, dan kurang mendapatkan perhatian pesaing besar
yang dinamakan juga se-bagai market niche.
2. Tipe produk
Ada produk yang disebut high-differentiated
product maka strategi yang digunakan bisadifferentiated atau con-centrated
marketing karena pada produk tersebut mudah diciptakan keunikan yang
membedakannya dari produk lain. Ada juga yang low differentiated
product, maka strategi yang dipilih yaitu undiffer-entiated
marketing karena pada produk jenis ini sulit diciptakan
keunikan-keunikan.
3. Tahap dalam daur hidup produk
Produk memiliki siklus, yang
dimulai dengan tahap perkenalan pasar, pertumbuhan, dewasa, dan menurun. Pada
masa perkenalan, dapat diterapkan pemasaran serba sama. Pada masa
pertumbuhan produk semakin dapat diterima dan pasar mulai menginginkan variasi
pro-duk, maka dapat diterapkan pemasaran serba aneka. Pada masa dewasa per-saingan
sudah mencapai titik maksimal dan seluruh segmen sudah terisi, maka organisasi
mulai mencari segmen-segmen yang belum dilayani secara mak-simal oleh pesaing
sehingga pemasaran dapat diterapkan pemasaran terkonsen-trasi. Pada masa
penurunan, organisasi perlu membatasi investasi, memperkecil biaya pemasaran
serta memusatkan sumber daya pada produk dan segmen yang lebih menguntungkan
dan pema-saran terkonsentrasi yang sesuai untuk diterapkan.
4. Strategi pesaing dan strategi bersaing organisasi
Untuk memilih strategi mana
yang akan diterapkan oleh organisasi, maka perlu memperhatikan juga strategi
yang diterapkan oleh pesaing dan strategi bersaing yang dipilih organisasi.
Pilihan strateginya bisa berhadapan langsung atau menghindar. Kalau berhadapan
langsung, maka organisasi akan memilih segmen yang dimasuki oleh pesaing.
Sedangkan kalau menganut strategi menghindar, maka organisasi memasuki segmen
yang belum dimasuki oleh pesaing.
Komentar
Posting Komentar