REVIEW FILM TOBA DREAMS



Film baru berjudul Toba Dreams yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Letjen (Purn) TB Silalahi kembali digarap Sutradara Benni Setiawan.

Toba dreams, adalah gambaran kehidupan orang batak dan juga perbedaan budaya maupun agama yang kita hadapi dalam kehidupan nyata.
Pada intinya Toba dreams memaparkan tentang hubungan keluarga orang batak, hubungan antara ayah dan anak, dibumbui dengan drama pecintaan yang mengharukan. Film ini kelihatan nyata dan tidak terlalu dibuat-buat. Settingannya yang sebagian besar di tanah batak yakni Balige kian mempertajam karakter film ini. Kehidupan sosial masyarakat batak di pedesaan digambarkan dengan pas dan nyata.

Sersan Tb seorang ayah yang keras seperti karakter orang batak pada umumnya. Ia menginginkan yang terbaik untuk ketiga anaknya. Ronggur sebagai anak pertama, menjadi tumpuan harapan Sersan Tb untuk bisa mengangkat harkat dan martabat keluarganya. Ronggur juga pria yang sangat keras kepala dan selalu menantang ayahnya. Ia selalu mengkritik sikap keras dan otoriter ayahnya. Ronggur merasa selalu diperlakukan berbeda dibandingkan kedua adiknya.
Ronggur membrontak pandangan dan keinginan ayahnya, sehingga selalu terjadi konflik dan perdebatan diantara mereka. Keluarga sersan Tb pun pulang ke kampung halaman, karena sudah pensiun sebagai tentara prajurit. Kehidupan masyarakat batak di kampung halaman digambarkan dengan nyata di film ini, sehingga benar-benar bisa melihat bagaimana sesungguhnya kehidupan sosial dan karakter orang batak.
Dalam setiap scene bermunculan suspension atau pun klimaks yang terdapat dalam bagian-bagian plot. Konflik antara ayah dan anak, konflik keluarga, konflik batin hingga konflik pencarian jati diri. Film ini tidak hanya menggambarkan kehidupan masyarakat batak, tapi juga meliputi tentang narkoba, dan diselipkan juga sedikit tentang korupsi. Hal tersebut membuat tema film ini luas dan eksklusif. Ronggur sebagai tokoh sentral dibawakan dengan memukau oleh vino G bastian, setiap emosi yang ia keluarkan terasa pas dan tidak terkesan hiperbol. Sementara Mathias Moechus dengan pengalaman beraktingnya yang sudah matang, sangat memperlihatkan kepiawaianya memerankan karakter sersan Tb yang keras dan tempramen.
Percintaan antara Ronggur dan Andini menjadi bumbu penyedap dalam film ini, perbedaan kasta atau pun agama diantara mereka menjadi konflik percintaaan Ronggur dan Andini. Ronggur tanpa sengaja terlibat dalam kelam nya kehidupan Jakarta. Pria yang terobsesi menjadi kaya dan ingin menunjukkan kepada orang tuanya bahwa ia bisa berhasil, justru terlibat dalam geng gerbong narkoba.

Satu hal yang tidak bisa luput dari sorotan, yakni Jajang C Noer. Aktingnya yang sungguh wow dan kelihatan sangat alami. Ia benar-benar nyata membawakan peranya sebagai ibu sersan Tb, mulai dari gestur dan bahasa tubuh, cara berbicara, pas sekali seperti inang-inang yang tinggal di kampung .

Saya pribadi makin bangga menjadi orang batak setelah menonton film ini. Orang batak itu memang keras, tapi seorang pejuang yang hebat. Orang –orang batak selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, dan selalu memprioritaskan pendidikan. Keindahan danau toba yang sudah menjadi icon orang batak kian menambah pundi-pundi kebanggaan saya sebagai orang batak.

Satu kalimat yang inspiratif di film ini adalah, laki-laki hebat bukan laki-laki yang memenangkan ribuan pertempuran, tapi laki-laki yang selalu ada untuk keluarganya. I love You full lah buat Tb silalahi, sebagai pencipta ide cerita dan produser eksklusif di film ini. Semoga film-film berkualitas yang mengangkat kehidupan masyarakat dan budaya batak bermunculan, sehingga menginspirasi orang-orang batak untuk selalu berjuang demi yang terbaik dalam situasi seperti apa pun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis dalam Pasar Persaingan Sempurna

KOPERASI SEBAGAI SOKO GURU PEREKONOMIAN BANGSA INDONESIA

Lirik Lagu Kau Bapaku Yang Baik – Jeffry S Tjandra